Abdullah bin Ali Bassam
berkata : Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa harta wakaf boleh dijual dan
dicabut. Pendapat ini adalah keliru. Abu Yusuf berkata, jikalau Abu Hanifah
mendengar hadits Umar (sebagaimana di atas), tentu dia akan mencabut
perkataannya. Sedangkan Imam Qurthubi berpendapat, mencabut wakaf adalah
menyelisihi Ijma’. Kita tidak perlu memperhatikan pendapat yang membolehkannya.
[Lihat kitab Taisirul Allam, 2/252].
Syaikh Muhamad Amin berkata
: Seharusnya wakif tidak mencabut wakafnya, apabila sebelumnya telah meletakkan
syarat, kecuali apabila dia melihat barang wakafnya tidak dimanfaatkan, atau
merasa diabaikan amanahnya; maka pewakaf boleh mencabut wakafnya. Selanjutnya,
jika yang disyaratkan, seperti muadzin, Imam shalat, atau pengajar; jika dirasa
kurang bermanfaat atau mereka meremehkan amanat yang dipikulkan kepadanya, maka
wakif boleh menyelisihi persyaratannya. [Lihat kitab Khasiyah Ibn Abidin, 4/459].
Kesimpulannya, menurut
asalnya, harta wakaf hukumnya tidak boleh dicabut kembali, kecuali bila tidak
dimanfaatkan, atau diabaikan amanatnya, maka boleh mencabutnya untuk dialihkan
yang lebih bermanfaat. Allahu a’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar